Berkarya adalah sesuatu yang wajib kita miliki sebagai mahluk pencari ilmu,, Menulis merupakan salah satu kegiatan yang mengapresiasikan karya-karya kita.

Jumat, 14 Desember 2012

Rahasia Sukses

     Suatu ketika Xiao He seorang pemuda yang baru saja menyelesaikan sekolahnya pergi
menemui Zheng Zen yang dikenal sebagai orang tua yang bijak bagi masyarakat di desanya.
Kedatangan Xiao He disambut Zheng Zen dengan ramah dan mereka berbincang-bincang
sampai kemudian Xiao He bertanya "Wahai Zheng Zen yang bijaksana, beritahukan padaku
rahasia untuk meraih kesuksesan dalam hidup ini".
     Zheng Zen tertegun mendengar pertanyaan anak muda itu, namun segera berdiri dan
mengajak Xiao He keluar dari rumahnya dan berjalan kaki menelusuri jalan dan perbukitan
hingga berhenti di sebuah sungai. Orang tua terlihat mondar-mandir sejenak, kemudian
mengajak anak muda itu masuk menyeberangi sungai dan Xiao He pun mengikutinya.
Sesampai ditengah sungai yang ternyata agak dalam, tiba-tiba Xiao He terpeleset dan
tubuhnya setengah tenggelam dan menahan arus yang menerpanya. Zheng Zen segera
menghampiri anak muda ini tapi bukan untuk menolongnya malahan membenamkan kepala
Xiao He ke air yang membuat anak muda ini berontak dan berusaha keras mengeluarkan
kepalanya dari air, begitu berlangsung hingga tiga kali. Melihat Xiao He sudah lemas, Zheng
Zen pun menariknya ke pinggir sungai untuk beristirahat sejenak lalu mengajak pulang.
    Sesampai dirumah, Xiao He masih terdiam memendam rasa kekesalan akibat peristiwa tadi,
kemudian pak tua itu bertanya kepadanya "Apa yang paling kamu inginkan ketika kepalamu
tenggelam di sungai tadi?"
    Dengan penuh rasa geram, spontan Xiao He menyahut "Tentu saja saya ingin bernafas !!".
Orang tua itu melanjutkan perkataannya dengan tenangnya "Anak muda, jika keinginanmu
untuk sukses sekuat keinginanmu untuk bernafas saat kepalamu terbenam di sungai, maka
kamu akan menemukan rahasia kesuksesan yang sesungguhnya."

Belajar dari Kegagalan


         Peristiwanya tidaklah penting. Tapi, respon pada peristiwa itu adalah segala-galanya" (I
Ching).Kegagalan menjadi teman akrab dalam kehidupan kita. Siapa yang merasa tidak pernah
mengalami kegagalan dalam hidup ini satu kali pun? Hampir dipastikan tidak ada seorang pun.Ada
beragam sikap menghadapi kegagalan. Sering dalam menghibur kawan yang gagal, kita
melontarkan ucapan umum, seperti "kegagalan adalah sukses yang tertunda" atau "kegagalan
adalah awal kesuksesan" dan sebagainya.
Tentu saja, mantra positif itu diucapkan dengan tulus dan menambah semangat. Namun, kalimat itu
sering kita pakai lantaran kita tidak tahu apa yang harus kita katakan. Jadi, sekadar
menghibur.Sebenarnya, memiliki perbendaharaan dan frame positif tentang kegagalan merupakan
salah satu benteng kokoh menghadapi serangan 'virus kegagalan' dalam hidup kita.Sejarah
mempunyai 1001 bukti.
Banyak tokoh dunia sukses bukan karena mereka tidak pernah gagal. Tetapi, bagaimana mereka
merespons, berpikir, bertindak, dan menyikapi kegagalan itulah yang justrumengantarkan mereka
pada puncak kesuksesan. Jatuh bangun adalah proses biasa dalam meraih kesuksesan.
Seperti puncak gunung tak akan dicapai tanpa melalui jalan naik-turun nan terjal. Bahkan, belukar
dan kebuntuan jalan.Setiap dari kita, termasuk Anda, perlu memiliki sebuah perbendaharaan atau
pun referensi yang bisa kita jadikan pegangan saat mengalami kegagalan.
Winston Churchill, misalnya, ia mengaku doyan membaca biografi tokoh terkenal saat semangatnya
sedang turun. Buku itu membuat semangatnya bangkit. Ia merasa diteguhkan saat dirinya lemah
dan tak berdaya.Tak heran, salah satu nukilan pidatonya yang populer Never give up bisa jadi
berasal dari penggalian inspirasi buku-buku itu. Memang, semangat itu menular seperti layaknya
kemalasan juga sering menular.Janganlah jemu menimba energi-energi positif dari banyak hal,
termasuk dari bacaan.
Kali ini, ada referensi menarik dari Joey Green dalam tulisannya berjudul The road to success is
paved with failure. Tulisan Joey Green ini menjadi inspirasi penting untuk menghadapi kegagalan.
Green berhasil menuliskan berbagai kisah maupun daftar orang yang sukses secara luar biasa
setelah mengalami berbagai kekalahan pahit.Di bidang bisnis, Joey Green memberi contoh kisah
Walt Disney yang sempat saya singgung pekan lalu. Perusahaan animasi pertama Disney pernah
pailit. Tapi, Disney mampu bangkit dan betapa besar bisnis hiburan yang ditawarkan dunia Disney
sekarang ini.
Ada juga Tom Monaghan. Dalam 20 tahun usahanya, ia bangkrut dua kali. Ia kehilangan hak kendali
atas bisnisnya. Ia juga dituntut atas pelanggaran hak cipta. Namun, belakangan bisnisnya
malahmeroket dengan Domino's Pizza-nya.
Ada lagi Fred Smith, orang yang hanya mendapat C dalam salah satu proyeknya di Yale saat
menuliskan idenya tentang jasa pengiriman semalam. Tapi, nilai itu tidak sebanding dengan Federal
Express,industri raksasa pengiriman barang yang mendunia. Padahal ide itu pernah diacuhkan oleh
gurunya.
Demikian juga perusahaan minuman Coca-Cola. Pada tahun pertama, Coca-Cola hanya mampu
menjual 400 botol. Tapi, sekarang Coca-Cola ada di mana-mana. Bahkan, tidak ada satu daerah pun
yang tidak pernah kemasukan penetrasi Coca-Cola. Bahkan, gelombang Coca-Cola menjadi simbol
nyata globalisasi yang sedang berlangsung.Alami penolakan
Sementara itu, Chester Carlson mencoba temuannya ke sekitar 20 perusahaan pada tahun 1940-an.
Setelah bertahun-tahun mengalami penolakan, ia berhasil meyakinkan Haloid, perusahaan kecil
diRochester.Haloid kemudian menjadi salah satu perusahaan raksasa untuk mesin fotokopi
miens.blogspot.com
elektrostatik bernama XEROX Corporation.
Ada lagi Henry Ford. Dalam tiga tahun pertama membangun bisnisnya di bidangotomotif, Ford
bangkrut dua kali. Namun, kegigihannya membuatnya dikenal dengan simbol mobil-mobil mewah
bergengsi.
Selain di bidang bisnis, Joey Green memberi contoh di bidang kesusastraan, perfilman, olah raga,
dan nyanyian. Sebut saja Elvis Presley. Gurunya pernah memberinya nilai C dengan nada menghina
saatia duduk di L.C. Humes High School di Memphis. Guru itu mencap dirinya sama sekali tidak bisa
bernyanyi. Tapi, kini Elvis Presley menjadi penyanyi legendaris.
Ada Michael Jordan yang pernah ditolak saat mau bergabung dengan klub basket sekolahnya.Tapi,
Jordan pun jadi ikon bola basket legendaris.
Beatles juga pernah ditolak pada 1962 oleh dapur rekaman Decca, Pey, Philips, Columbia, dan HMV
Labels.
Juga Sigmun Freud yang buku karyanya hanya laku 600 buah dengan hanya mengantongi royalty
US$250. Tapi, Freud dikenang sebagai Bapak Psikologi ternama.
Aktor Sylvester Stallone semasa kecil pernah dikeluarkan dari 13 sekolah dalam rentang 11 tahun.
Profesornya di Universitas Miami mengolok-olok dirinya tidak berbakat akting. Ia juga manjadi
bahan tertawaan saat memainkan peran di film Dog Day Afternoon, Serpico, dan The GodFather.
Naskah filmnya Rocky ditolak oleh nyaris semua perusahaan. Tapi, sebuah perusahaan
menerimanya dengan syarat Stallone tidak boleh main di dalamnya.
Ada lagi Rudyard Kipling. Ia pernah menulis cerita dan mengirimkannya ke sebuah surat kabar di
California pada 1888. Tapi, sang editor menolak. "Maaf Mr. Kipling. Anda tampaknya tidak
tahubagaimana menggunakan bahasa Inggris dengan baik," kata editor itu. Belakangan, ia
merupakan salah satu peraih nobel di bidang sastra pada 1907.Nah, masih banyak contoh lainnya.
Anda pun bisa melihat sendiri orang-orang serupa di sekitar Anda. Ada satu benang merah yang
menarik. Saat Anda mengalami kegagalan, jangan kalang kabut. Janganbiarkan energi Anda habis
terkuras hanya karena terbekap kegagalan. Sungguh sangat arogan jika kita selalu berharap semua
berjalan mulus tanpa kendala. Ambillah medali kemenangan dari setiap kegagalan yang kita alami.
Kita tidak mungkin sukses tanpa memiliki keberanianuntuk gagal.Lihatlah mereka yang sukses itu.
Mereka melewati berbagai tantangan dan kesulitan dengan jiwa besar. Kegagalan paling buruk
adalah mereka yang mencoba, lalu kalah dan menyerah. Dag Hammarskjoldpernah bilang, jangan
pernah mengukur tinggi sebuah gunung sebelum Anda mencapai puncaknya. Karena, Anda
kemudian akan melihat betapa rendahnya gunung itu. Tak ada kata menyerah!
Sumber: Belajar dari kegagalan oleh Darmawan.