Suatu ketika Xiao He seorang pemuda yang baru saja menyelesaikan sekolahnya pergi
menemui Zheng Zen yang dikenal sebagai orang tua yang bijak bagi masyarakat di desanya.
Kedatangan Xiao He disambut Zheng Zen dengan ramah dan mereka berbincang-bincang
sampai kemudian Xiao He bertanya "Wahai Zheng Zen yang bijaksana, beritahukan padaku
rahasia untuk meraih kesuksesan dalam hidup ini".
Zheng Zen tertegun mendengar pertanyaan anak muda itu, namun segera berdiri dan
mengajak Xiao He keluar dari rumahnya dan berjalan kaki menelusuri jalan dan perbukitan
hingga berhenti di sebuah sungai. Orang tua terlihat mondar-mandir sejenak, kemudian
mengajak anak muda itu masuk menyeberangi sungai dan Xiao He pun mengikutinya.
Sesampai ditengah sungai yang ternyata agak dalam, tiba-tiba Xiao He terpeleset dan
tubuhnya setengah tenggelam dan menahan arus yang menerpanya. Zheng Zen segera
menghampiri anak muda ini tapi bukan untuk menolongnya malahan membenamkan kepala
Xiao He ke air yang membuat anak muda ini berontak dan berusaha keras mengeluarkan
kepalanya dari air, begitu berlangsung hingga tiga kali. Melihat Xiao He sudah lemas, Zheng
Zen pun menariknya ke pinggir sungai untuk beristirahat sejenak lalu mengajak pulang.
Sesampai dirumah, Xiao He masih terdiam memendam rasa kekesalan akibat peristiwa tadi,
kemudian pak tua itu bertanya kepadanya "Apa yang paling kamu inginkan ketika kepalamu
tenggelam di sungai tadi?"
Dengan penuh rasa geram, spontan Xiao He menyahut "Tentu saja saya ingin bernafas !!".
Orang tua itu melanjutkan perkataannya dengan tenangnya "Anak muda, jika keinginanmu
untuk sukses sekuat keinginanmu untuk bernafas saat kepalamu terbenam di sungai, maka
kamu akan menemukan rahasia kesuksesan yang sesungguhnya."
menemui Zheng Zen yang dikenal sebagai orang tua yang bijak bagi masyarakat di desanya.
Kedatangan Xiao He disambut Zheng Zen dengan ramah dan mereka berbincang-bincang
sampai kemudian Xiao He bertanya "Wahai Zheng Zen yang bijaksana, beritahukan padaku
rahasia untuk meraih kesuksesan dalam hidup ini".
Zheng Zen tertegun mendengar pertanyaan anak muda itu, namun segera berdiri dan
mengajak Xiao He keluar dari rumahnya dan berjalan kaki menelusuri jalan dan perbukitan
hingga berhenti di sebuah sungai. Orang tua terlihat mondar-mandir sejenak, kemudian
mengajak anak muda itu masuk menyeberangi sungai dan Xiao He pun mengikutinya.
Sesampai ditengah sungai yang ternyata agak dalam, tiba-tiba Xiao He terpeleset dan
tubuhnya setengah tenggelam dan menahan arus yang menerpanya. Zheng Zen segera
menghampiri anak muda ini tapi bukan untuk menolongnya malahan membenamkan kepala
Xiao He ke air yang membuat anak muda ini berontak dan berusaha keras mengeluarkan
kepalanya dari air, begitu berlangsung hingga tiga kali. Melihat Xiao He sudah lemas, Zheng
Zen pun menariknya ke pinggir sungai untuk beristirahat sejenak lalu mengajak pulang.
Sesampai dirumah, Xiao He masih terdiam memendam rasa kekesalan akibat peristiwa tadi,
kemudian pak tua itu bertanya kepadanya "Apa yang paling kamu inginkan ketika kepalamu
tenggelam di sungai tadi?"
Dengan penuh rasa geram, spontan Xiao He menyahut "Tentu saja saya ingin bernafas !!".
Orang tua itu melanjutkan perkataannya dengan tenangnya "Anak muda, jika keinginanmu
untuk sukses sekuat keinginanmu untuk bernafas saat kepalamu terbenam di sungai, maka
kamu akan menemukan rahasia kesuksesan yang sesungguhnya."
Tidak ada komentar:
Posting Komentar